BULANG — Pondok Pesantren (PP) Hikmatus Sholihiyah resmi membuka destinasi wisata edukatif bertajuk Wisata Petik Melon pada Sabtu (15/8/2026). Berlokasi di greenhouse pesantren, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat umum maupun wali santri untuk merasakan langsung pengalaman memetik buah melon segar dari pohonnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi peresmian yang dihadiri Pengasuh PP Hikmatus Sholihiyah, KH. M. Sholehuddin, bersama jajaran tamu VVIP, Dewan Guru, dan para asatidz. Dalam sambutannya, KH. M. Sholehuddin menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para santri dalam membudidayakan melon hingga menghasilkan panen yang memuaskan. Beliau juga mengapresiasi kerja keras para santri yang berhasil menghasilkan melon dengan tekstur renyah dan cita rasa manis. Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan buah melon bersama, lalu dilanjutkan dengan acara santap melon bersama seluruh undangan.
Setelah prosesi seremonial selesai, para pengunjung mulai memasuki area greenhouse. Dengan dibekali keranjang dan gunting khusus, pengunjung dapat memilih serta memetik sendiri melon yang telah siap panen. Para santri turut mendampingi pengunjung di dalam greenhouse, mulai dari memberikan arahan hingga membantu memilih buah yang siap dipetik. Sementara itu di area luar, santri lainnya bertugas di stan pelayanan untuk melakukan penimbangan melon dan melayani proses pembayaran.
Kehadiran Wisata Petik Melon ini terbuka bagi masyarakat luas dan diharapkan dapat menjadi alternatif wisata edukasi sekaligus memperkenalkan hasil karya santri. Melon varietas Intanon hasil budidaya santri ini dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram. Untuk menjaga kenyamanan dan mengantisipasi tingginya antusiasme pengunjung, pihak pengelola mengimbau masyarakat untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.
Kelezatan kualitas panen ini tak lepas dari proses budidaya mandiri yang dilakukan oleh para santri menggunakan sistem hidroponik di dalam greenhouse berukuran 40 x 120 meter. Sebanyak 1.150 tanaman dibudidayakan dengan masa tanam sekitar 75 hari, mulai dari pembibitan hingga panen. Pengelolaan ini dilakukan oleh 12 santri yang terbagi dalam tiga kelompok dan terlibat langsung dalam setiap tahapan perawatan. Dalam prosesnya, para santri mendapatkan pendampingan langsung dari para ahli yang berpengalaman dalam budidaya melon greenhouse.
Dalam pengelolaan harian greenhouse, para santri melakukan berbagai perawatan secara disiplin dan terukur. Mereka rutin membersihkan area dari gulma dan rumput, serta melakukan pengecekan pH air setiap tiga hari sekali pada pagi, siang, dan sore hari untuk menjaga kestabilan pH agar nutrisi dapat diserap tanaman dengan baik. Kandungan nutrisi air juga dipantau menggunakan alat TDS dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman berdasarkan usia pertumbuhannya.
Selain itu, santri melakukan pengecekan kondisi akar, terutama pada tanaman yang pertumbuhannya belum optimal, serta melakukan pemangkasan (pruning) pada daun, bunga, dan bakal buah sesuai SOP agar tanaman berbuah optimal. Jika ditemukan indikasi hama atau virus, santri segera melakukan penanganan langsung pada bagian daun maupun akar. Seluruh proses ini dilakukan secara berkala untuk memastikan sistem hidroponik dan kondisi tanaman tetap berjalan dengan baik.
Keterlibatan santri dalam seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mereka, tidak hanya dalam teknis budidaya, tetapi juga dalam pelayanan dan pengelolaan usaha. Kehadiran Wisata Petik Melon ini memperlihatkan sisi lain dari pendidikan di PP Hikmatus Sholihiyah, di mana santri tidak hanya memperoleh pembelajaran teori di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis mengelola potensi pertanian secara profesional serta mengasah jiwa kewirausahaan sejak dini.

